Saturday, February 9, 2008

Hidup mengasrama terbukti mencerdaskan!!

terhitung sejak tgl 15 juni 2007, asrama putri st.maria telomoyo kedatangan seorang anak asrama baru..
adapun wanita ini merupakan seorang gadis dari kampung palembang yang bernama maria susanti
maria susanti ini awalnya tidak mau dilemparkan ke asrama lak**t ini..
tapi, konon karena niat sucinya untuk menyelinap di daftar nama anak2 dempo, akhirnya sebagai anak berbudi luhur pun ia menuruti ketika orangtuanya memilihkan si asrama ini..

beberapa hari saat ia masih bersama sang ayah yang tambun namun tampan,
ia begitu menyukai si suster yang begitu baik, sabar, dan tolerafull (dari kata toletansi full)
namun..
beberapa lama ia tinggal di bawah naungan si suster moody yg mengelola si saerama lak**t,
ia pun mulai mengetahui keadaan sebenarnya di asrama yang bersangkutan

dari sini, dimulailah kisah seorang santi..
sekilas, seorang santi memanglah seorang anak yang alim, baik hati, dan penurut..
namun, beberapa lama ia disana, terbukalah kedoknya..
bahwa ternyata ia adalah seorang wanita baik2 yang memang alim!!

seiring ia belajar beradaptasi di asrama,
ia justru seringkali mendapat cercaan amarah dan terpaan ludah dari si suster yang memang moody..
dan untuk meminimalisir dampak amarah si suster.
santi pun belajar berpikir cerdas!!

beberapa adalah contoh hasil pikiran cerdas si santi..
--cerdas.satoe--
di suatu sore, dimana pada hari itu ps dempo akan berlatih di gereja untuk persiapan mengisi misa, santi yang manis datang dan meminta izin untuk berlatih koor.
sekelar latihan koor, santi yang lapar dan melihat bahwa jam makan asrama sudah lewat, berinisiatif untuk mencari makan di luar sadja, toh makanan di asrama sudah nyaris dihafalkannya..
jadi, ia pun menelpon suster..

tuuuuut.. tuuuut lagi..
suster : halo?
santi : emm.. malem suster (dengan gaya innocentnya)
suster : malam
santi : suster, ini santi.. santi kan barusan latihan koor.. tapi kayaknya pulangnya bakal agak lewat jam makan deh.. masalahnya ini latihannya belom selese..
suster : sampai jam berapa latihannya?
Santi : duh.. ga tau suster.. nih masih mau ngulang beberapa lagu yang belom bisa (
memelas dengan manisnya)
suster : YA TANYA SAMPE JAM BERAPA!!
santi : i, iya suster, bentar santi tanya.. (ngomong sendiri di tengah jalan
sambil mengumadangkan kata-kata busath ni suster)
santi : (kembali ke telpon) suster, katanya mungkin sampe sekitar jam 8-an..
suster : tapi kalo sudah langsung pulang, lho ya!!
santi : iya suster, nanti saya langsung pulang..
suster : ya sudah (telepon ditutup)
santi : fiuh..
akhir cerita, santi-pun pulang dengan selamat tanpa suster ketahui bahwa aslinya si anak asramanya yang polos dan innocent itu telah membohonginya..

--cerdas.dua--
hari itu malam minggu
santi dengan girangnya mengajak teman-temannya yang terkasih untuk bertamasya ke rumah bapak gurunya yang.. ehm, cukup tampan..
selama santi dan kawan-kawan berdomisili di rumah si bapak, segala sesuatunya berjalan tenang dan bahagia..
(maklum, rumah si bapak memang nyaman)
sampai, ketika sedang berpatroli, santi yang penasaran menemukan sebuah kotak bongkar-pasang yang tergeletak..
mengambilnya,
membawa keluar,
menunjukkannya kepada si bapak,
dan bertanya..

santi : pak, kalo aku bisa ngebongkar nih kotak trus ga bisa balikin lg

gimana, coba??
si bapak : ya.. ga boleh pulang, benerin dulu sampe keadaan semula, baru boleh pulang..
santi : yah.. bapak! Kalo gitu nti aku nginep sini aja yah!!

si bapak : oh, gampang.. ada banyak kasur kok kalo mo tidur sini..

sebagai kelanjutan pernyataan tersebut, santi pun mulai membongkar barang yang berbahan dasar dari kayu tidak jelas itu..
sampai tiba saatnya pulang..
santi yang cerdas segera mencanangkan ide untuk menginap di rumah si bapak sadja..
tapi..
teman-temannya menolak mentah-mentah ide cemerlangnya itu..
karena merasa tidak ada jalan lain,

santi yang cerdas pun segera memaksa si bapak agar mengizinkannya membawa kotak hancur tersebut..

setelah bernegosiasi beberapa saat,

santi-pun berhasil memaksa si bapak untuk mengijinkannya membawa pulang si kotak kayu,
lalu ia berkemas-kemas di waktu yang sudah begitu mepet

lalu dengan pasrahnya ia dan teman-teman berdiri di pinggir jalan sambil melempar-lempar tanggung jawab untuk menelpon suster..
sampai pada akhirnya, seperti biasa..
santi dapat bagian untuk berurusan dengan suster (lagi)..
santi yang manis pun kembali memanfaatkan fasilitas alat komunikasi modern.. yakni HP!!

nomor suster pun dipencet..
tuuuut...
suster : halo?
Santi : malem suster.. ehm, ni santi suster.. kayaknya malem ini santi, maria, mba hera plus putri bakal pulang telat deh, ter.. masalahnya, kami barusan kan main ke rumah pak sigit, tapi taunya disini ada anak-anak asuhnya pak sigit, jadi kami bantu ngajar deh..
suster : main sampai lupa waktu? Kamu itu selalu saja begitu!! kenapa tidak ijin dari tadi?
santi : maaf suster.. tapi ini kan ga ada rencana, pas aja tadi kami dateng taunya ada anak- anak.. daripada cuma ngeliatin, kami bantu ngajar aja..

suster : ngajar? Memang kamu bisa ngajar?

Santi : (JELEB!!)

suster : ini sekarang sedang apa?

Santi : nunggu angkot, suster.. ni baru selesai ngajar..

suster : kamu dimana sekarang?

Santi : rumah pak sigit, suster..

suster : mana pak Sigit? Saya mau bicara!

Santi : iya suster, sebentar..

santi-pun dengan sumringahnya berjalan mendatangi pak sigit..

Santi : pak, suster mau ngomong, tadi aku bilang kami di sini ngajar anak-anak, awalnya ga ada rencana, tapi taunya diminta bantungajar, ya udah, kami ikut, ini baru selese, pak.. (dengan nada berbisik)

si bapak-pun mengangguk (insya allah dia bangga ada anaknya yang begitu cerdas)

lanjut, si bapak-pun berbicara dengan suster..

sampai setelah sekian lama, si bapak mengembalikan HP merek nokia seri 1600 hitam itu kepada sang pemilik yang cerdas..

santi-pun kembali berhadapan dengan suster..

baru berbicara beberapa patah kata, telepon terputus (maklum, kalo malam biasanya XL jaringannya agak error..)

dengan perasaan campur aduk, sekedar info sebelum ia menghadapi masa-masa hujan yang menanti di asrama, ia dan mbak hera yang manis itu sempat membeli tahu campur yang enak, bahkan sempat membuat foto yang begitu cantiknya, santi-pun bolak balik sendiri dengan pikiran bagaimana kalau suster marah karena ia pikir santi yang memutuskan teleponnya..

setelah berembuk sejenak, santi dan kawan-kawan-pun diantar pulang oleh dua pria bermotor.. Yakni, yang sati bagas, teman sekelasnya yang berjasa membonceng putri dan maria.. dan satu lagi adalah mas-mas yang tidak diketahui namanya.. bagi saya, mas-mas ini lebih berjasa dari bagas, karena ia yang mengantar saya dan mbak hera yang manis, plus, ia juga berbagi cerita bagaimana dulu juga ada cece asrama yang pernah ia bonceng.. tambah lagi ia begitu santai dan ber-helm.. jadi saya tidak tahu bagaimana rupa-rupa pria berhelm itu.. andaikata saya tahu, saya berani jamin, sekarang saya pasti sudah berkali-kali berterimakasih kepadanya..


Tapi dari cerita sepanjang ini, mari kita ambil sisi positifnya sadja..

Santi selamat dari hukuman kapel!!

dan suster tidak tahu bahwa apa yang dikatakan oleh santi dan mbak hera (berhubung selama penghujanan di luar maupun dalam kantor suster, putri dan maria diam seribu bahasa..)

semuanya adalah hasil pikiran cerdas anak asramanya..


--cerdas.tiga--

yang ini (dan lain-lain)

sebenarnya hanya beberapa dosa kecil, mungkin..

adapun saya agak lupa, karena otak ini sepertinya sudah terlalu banyak dipenuhi ide-ide cemerlang binti kinclong..


ceritanya begini..

waktu itu dempo fair

saya ikut paduan suara sebagai aksi pembuka sekaligus peresmian pembukaan dempo fair..

nah.. waktu itu saya malas kalo lama-lama di asrama..

jadi sekitar satu setengah jam sebelum waktu seharusnya saya berangkat (yang masih juga leih cepat dari teman-teman lain..)

saya meminta izin kepada suster dengan mengatakan saya masih harus mengecat kelas (dengan menunjukkan noda-noda yang memang benar-benar bekas ngecat)

walaupun aslinya soal cat-mengecat sudah diselesaikan sampai tuntas.. tas.. tas.. dari pagi tadi..

dan saya-pun pergi..


di lain waktu,

saya juga pernah mengecas hp pada saat jam studi dengan harapan tidak ketahuan..

(ngecas hp pada jam studi di asrama adalah haram hukumnya..)

tiba-tiba ada cece asrama yang menemukannya, menyitanya, dan memberikannya kepada suster..

santi yang terpaku selepas jam studi menghadap suster dengan gugupnya..

dia-punmengatakan bahwa tadi ketika diambil si cece, ia baru saja ingat untuk mengambilnya..

setelah sekian lama hujan lagi, akhirnya si hp merek sony ericsson tipe J210i yang legendaris dan hijau itu pun kembali ke tangan santi dengan selamatnya!!


begitulah kurang lebih kisah kecerdasan santi di asrama..

begitu banyak sebenarnyahal sepele yang perlu diceritakan..

seperti pada waktu ia bilang barang elektroniknya hanya satu (padahal aslinya tiga..)

saat ia bilang ia kerja kelompok (padahal main sampai ketiduran di tempat kost temannya..)

mengerjakan tugas di rental (padahal yang paling menyita waktu adalah ketika mampir di ramayana..)

dan lain-lain yang sebagainya..


untuk semua hal di atas yang asli merupakan kekhilafan refleks

saya, maria susanti inginmenyampaikan maaf sebesar-besarnyakepada suster henrica..

0 comments: